Tafsir QS. Al-Falaq

 



PESANTREN BINA MENTAL

MADRASAH DINIYAH AL JAWWAD

#02


QS. Al-Falaq (113:1–5) termasuk surah Makkiyah dan merupakan bagian dari Al-Mu’awwidzatain (dua surah perlindungan). Dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rashid Rida, surah ini dijelaskan sebagai doa perlindungan dari kejahatan eksternal yang nyata maupun tersembunyi.


Teks Surah Al-Falaq

  1. Qul a‘ūdzu birabbil-falaq

  2. Min syarri mā khalaq

  3. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab

  4. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad

  5. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad


Pokok Tafsir Menurut Tafsir al-Manar

1. “Rabbil-Falaq” (Tuhan Subuh / Pencipta Cahaya)

Al-Manar menjelaskan bahwa al-falaq berarti sesuatu yang terbelah, khususnya terbitnya fajar dari kegelapan malam. Maknanya simbolis: Allah adalah Tuhan yang membelah kegelapan dengan cahaya.
👉 Ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang mampu menghilangkan kesulitan dan bahaya.

2. “Min Syarri Ma Khalaq” (Dari Kejahatan Makhluk-Nya)

Menurut al-Manar, ayat ini bersifat umum. Semua makhluk berpotensi membawa keburukan jika disalahgunakan.
Namun keburukan bukan berasal dari penciptaan itu sendiri, melainkan dari penyimpangan atau penyalahgunaan.

3. “Ghasqin Idza Waqab” (Kegelapan Malam Ketika Telah Pekat)

Al-Manar menjelaskan bahwa malam sering menjadi waktu munculnya kejahatan, rasa takut, dan gangguan.
Maknanya bukan menakuti malam itu sendiri, tetapi menunjukkan bahwa kondisi gelap sering dimanfaatkan untuk keburukan.

4. “An-Naffatsat fil ‘Uqad” (Peniup pada Bujul-Bujul)

Secara konteks, ini merujuk pada praktik sihir.
Dalam pendekatan rasional Tafsir al-Manar, hal ini dipahami sebagai bentuk manipulasi psikologis atau upaya jahat yang dilakukan secara tersembunyi untuk merusak orang lain.

5. “Hasid Idza Hasad” (Orang yang Dengki Ketika Ia Dengki)

Menurut al-Manar, hasad adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat mendorong tindakan zalim.
Kedengkian bukan sekadar perasaan, tetapi dapat berubah menjadi tindakan nyata yang merugikan.

Perbedaan Nuansa dengan QS. An-Naas

  • QS. Al-Falaq → perlindungan dari kejahatan luar (eksternal).
  • QS. An-Naas → perlindungan dari bisikan batin (internal/psikologis).

Keduanya saling melengkapi sebagai perlindungan menyeluruh bagi manusia.

Kesimpulan Tafsir al-Manar

QS. Al-Falaq mengajarkan bahwa manusia harus berlindung kepada Allah dari berbagai bentuk kejahatan nyata: kejahatan makhluk, kegelapan, sihir/manipulasi, dan kedengkian. Tafsir al-Manar menekankan pendekatan rasional—bahwa ayat-ayat ini mengajarkan kewaspadaan terhadap bahaya sosial dan psikologis, serta pentingnya ketergantungan penuh kepada Allah sebagai pelindung. @maz

0 komentar:

Post a Comment