MADRASAH DINIYAH AL JAWWAD
#02
QS. Al-Falaq (113:1–5) termasuk surah Makkiyah dan merupakan bagian dari Al-Mu’awwidzatain (dua surah perlindungan). Dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rashid Rida, surah ini dijelaskan sebagai doa perlindungan dari kejahatan eksternal yang nyata maupun tersembunyi.
Teks Surah Al-Falaq
-
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq
-
Min syarri mā khalaq
-
Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab
-
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad
-
Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad
Pokok Tafsir Menurut Tafsir al-Manar
1. “Rabbil-Falaq” (Tuhan Subuh / Pencipta Cahaya)
2. “Min Syarri Ma Khalaq” (Dari Kejahatan Makhluk-Nya)
3. “Ghasqin Idza Waqab” (Kegelapan Malam Ketika Telah Pekat)
4. “An-Naffatsat fil ‘Uqad” (Peniup pada Bujul-Bujul)
5. “Hasid Idza Hasad” (Orang yang Dengki Ketika Ia Dengki)
Perbedaan Nuansa dengan QS. An-Naas
- QS. Al-Falaq → perlindungan dari kejahatan luar (eksternal).
- QS. An-Naas → perlindungan dari bisikan batin (internal/psikologis).
Keduanya saling melengkapi sebagai perlindungan menyeluruh bagi manusia.
Kesimpulan Tafsir al-Manar
QS. Al-Falaq mengajarkan bahwa manusia harus berlindung kepada Allah dari berbagai bentuk kejahatan nyata: kejahatan makhluk, kegelapan, sihir/manipulasi, dan kedengkian. Tafsir al-Manar menekankan pendekatan rasional—bahwa ayat-ayat ini mengajarkan kewaspadaan terhadap bahaya sosial dan psikologis, serta pentingnya ketergantungan penuh kepada Allah sebagai pelindung. @maz


0 komentar:
Post a Comment