MADRASAH DINIYAH AL JAWWAD
#01
QS. An-Naas (114:1–6) adalah surah terakhir dalam Al-Qur’an yang termasuk golongan Makkiyah. Dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rashid Rida, surah ini dijelaskan sebagai doa perlindungan dari kejahatan yang bersifat batin dan tersembunyi, terutama godaan setan yang memengaruhi jiwa manusia.
Teks Surah An-Naas
- Qul a‘ūdzu birabbin-nās
- Malikin-nās
- Ilāhin-nās
- Min syarril-waswāsil-khannās
- Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
- Minal-jinnati wan-nās
Pokok Tafsir Menurut Tafsir al-Manar
1. Pengulangan Kata “An-Naas” (Manusia)
Menurut Tafsir al-Manar, pengulangan kata an-naas menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi kebaikan dan keburukan, serta menjadi sasaran utama godaan. Surah ini menekankan bahwa perlindungan dibutuhkan oleh semua manusia tanpa kecuali.
2. Tiga Sifat Allah: Rabb, Malik, Ilah
Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa tiga sifat ini memiliki makna yang berurutan dan mendalam:
- Rabb an-naas (Tuhan/Pemelihara manusia); Menunjukkan Allah sebagai pendidik, pembimbing, dan pemelihara manusia sejak lahir hingga akhir hayat.
- Malik an-naas (Raja manusia); Menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak atas manusia; hanya Dia yang memiliki otoritas penuh.
- Ilah an-naas (Sesembahan manusia): Menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Menurut al-Manar, penyebutan bertahap ini memperkuat kesadaran tauhid: Allah adalah satu-satunya pelindung dari segala bentuk kejahatan.
3. Makna “Al-Waswas Al-Khannas”
- Al-waswas: bisikan halus yang menggoda manusia menuju keburukan.
- Al-khannas: yang bersembunyi dan mundur ketika disebut nama Allah.
Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa setan bekerja melalui pengaruh psikologis—membisikkan pikiran jahat, keraguan, dan dorongan negatif dalam hati manusia. Namun, kekuatannya lemah dan akan mundur jika manusia mengingat Allah.
4. “Alladzi Yuwaswisu Fi Sudurin Naas”
Bisikan itu terjadi di dalam dada (hati), bukan melalui paksaan fisik. Menurut al-Manar, ini menunjukkan bahwa manusia tetap memiliki kebebasan memilih; setan hanya mengajak, bukan memaksa.
5. “Minal Jinnati wan Naas”
Tafsir al-Manar menegaskan bahwa godaan tidak hanya datang dari jin, tetapi juga dari manusia. Artinya, pengaruh buruk bisa berasal dari lingkungan sosial, propaganda, atau orang-orang yang menyesatkan.
Kesimpulan Tafsir al-Manar atas QS. An-Naas
Surah An-Naas adalah doa perlindungan dari kejahatan batin yang tersembunyi. Tafsir al-Manar menekankan pendekatan rasional dan psikologis: setan bekerja melalui sugesti dan bisikan, sementara kekuatan iman dan kesadaran tauhid menjadi benteng utama bagi manusia. @maz


0 komentar:
Post a Comment