PESANTREN BINA MENTAL
MADRASAH DINIYAH AL JAWWAD
#05
Menurut Tafsir Al Manar QS. An-Nasr adalah surah yang turun menjelang akhir kehidupan Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, surah ini tidak hanya berbicara tentang kemenangan lahiriah, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendalam.
Ketika Allah berfirman:
Menurut al-Manar, yang dimaksud dengan pertolongan (naṣr) adalah dukungan Ilahi yang nyata terhadap dakwah Islam, sedangkan “al-fatḥ” merujuk pada Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah). Kemenangan ini bukan semata hasil strategi manusia, tetapi bukti bahwa dakwah yang berlandaskan kebenaran akan mendapatkan pertolongan Allah pada waktunya.
Al-Manar menekankan bahwa kemenangan sejati bukanlah penaklukan wilayah, tetapi perubahan hati manusia. Setelah Fathu Makkah, masyarakat Arab masuk Islam secara luas karena mereka melihat bukti nyata kebenaran risalah Nabi. Ini menunjukkan bahwa dakwah yang sabar, konsisten, dan berakhlak mulia pada akhirnya akan melunakkan hati manusia.
Di sinilah pesan terdalam surah ini. Menurut Tafsir al-Manar, ketika kemenangan telah diraih, seorang mukmin tidak boleh larut dalam kebanggaan. Justru ia diperintahkan untuk:
- Bertasbih (mensucikan Allah) → menyadari bahwa semua kemenangan berasal dari-Nya.
- Memuji Allah → mengakui karunia dan pertolongan-Nya.
- Beristighfar → tetap rendah hati dan merasa belum sempurna dalam beramal.
Al-Manar juga memandang surah ini sebagai isyarat bahwa tugas Rasulullah hampir selesai. Setelah risalah sempurna dan kemenangan tercapai, beliau diperintahkan memperbanyak tasbih dan istighfar sebagai persiapan menuju perjumpaan dengan Allah.
Kesimpulan Tafsir al-Manar QS. An-Nasr
Surah An-Nasr mengajarkan bahwa:
- Kemenangan sejati datang dari Allah.
- Keberhasilan dakwah adalah perubahan hati manusia.
- Saat berada di puncak keberhasilan, seorang mukmin harus semakin rendah hati.
- Setiap pencapaian harus diakhiri dengan tasbih dan istighfar, bukan kesombongan. @maz





